Error
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1

Cahyanto PurwitoMemahami Lembar Keselamatan Bahan Kimia (MSDS) MSDS berisi informasi mengenai bahaya yang berkaitan dengan bahan kimia yang kita pakai, simpan, atau dalam pengangkutan.
Membaca dan memahami MSDS akan membantu kita dalam:memahami bahaya dari bahan kimia yang sedang kita gunakan; melindungi diri sendiri terhadap kemungkinan paparan;

  • merespon keadaan darurat secara selamat, termasuk tindakan P3K; dan
  • mengetahui alat pelindung diri yang diperlukan di dalam pekerjaan yang mungkin terdapat bahaya paparan bahan kimia.

Bagaimana membaca informasi dalam MSDS?  
Di bawah ini beberapa hal diantaranya:

Identifikasi Produk

Sewaktu menerima produk bahan kimia, anda harus membandingkan nama bahan kimia yang tertera pada label kemasan dengan MSDS yang disertakan. Hal ini untuk memastikan bahwa MSDS yang dikirim telah sesuai dengan barangnya.

Komponen Bahan Baku

Informasi penting menyangkut apa saja bahan baku yang ada dan berapa batas ambang paparannya. Biasanya batas ambang paparan (Exposure Limit) digunakan berkaitan dengan persentase kandungan setiap bahan baku untuk menentukan berapa besar nilai ambang batas paparan terhadap pengguna. Besarnya persentase kandungan saja tidak bisa digunakan untuk menilai adanya resiko paparan terhadap pengguna. Meskipun terkadang persentase campuran adalah rendah, namun perlu diperhatikan tingkat toksisitas dari bahan tersebut dan bagaimana bahan tersebut digunakan. Tingkat toksisitas ini menentukan kebutuhan untuk pemantauan paparan terhadap pengguna.

Perlu diperhatikan pula bahwa paparan terhadap banyak kandungan bahan kimia dapat memiliki efek sinergi terhadap badan seseorang. Hal ini artinya bahan-bahan kimia yang terkandung dalam suatu produk dapat bereaksi bersamaan dan menghasilkan efek toksik yang lebih tinggi terhadap badan kita dibandingkan apabila bahan kimia tersebut digunakan secara sendiri-sendiri.

Data fisika bahan kimia

Data fisika seperti ciri-ciri fisik bahan (apakah gas, cair, padatan, warnanya, atau baunya seperti apa), titik didih, berat jenis, pH, atau mudah tidaknya bahan larut dalam air, perlu diketahui oleh pengguna. Biasanya, suatu bahan kimia berbentuk gas atau cair memiliki potensi resiko paparan yang lebih besar dibandingkan padatan.

Suatu silinder gas yang bocor atau tumpahan bahan orgnaik cair dapat dengan mudah mengkontaminasi seluruh ruangan. Ciri-ciri bahan seperti warna, rasa, bau dapat berguna sebagai peringatan dan mendeteksi keberadaan suatu bahan kimia. Apabila ciri-ciri ini muncul, dapat pula digunakan sebagai indikasi apakah kontrol enjinering (seperti lokal ventilasi) berfungsi dengan baik atau tidak.

Reaktifitas

Reaktifitas bahan merujuk peada kemampuannya untuk tetap sama atau stabil pada kondisi penggunaan atau penyimpanan normal. Bahan yang tidak stabil haruslah disimpan dengan ekstra perhatian sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Perlu diperhatikan pula apakah suatu bahan cocok disimpan bersamaan dengan bahan lain. Jangan menyimpan bahan kimia yang “in-kompatibel” dengan bahan kimia lainnya bersamaan, karena hal ini dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan dan dapat menyebabkan cedera serius atau kerusakan harta benda.

Bahaya Kesehatan

Informasi mengenai bahaya kesehatan dari suatu bahan kimia menyangkut hal-hal seperti: cara terpaparnya, karsinogenitas (dapat menyebabkan kanker), efeknya akut atau kronis, daya racunnya, tindakan P3K jika keracunan, dan peringatan-peringatan lainnya untuk pertolongan oleh dokter.