Error
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1

(Dengarlah suatu kisah/Pada zaman dahulu kala/Tenggelam suatu desa/Begitulah dituturkan/Gempa yang mengawali/Disusul air yang surut/Tenggelam seluruh negeri secara tiba-tiba/Jika gempanya kuat/Disusulair yang surut/Segera carilah tempat/Dataran tinggi agar selamat/Itulah Smong namanya/Sejarah nenek moyang kita/Ingatlah ini semua/Pesan dan nasihatnya/Smong (tsunami) air mandimu/Gempa ayunanmu/Petir gendang-gendangmu/Halilintar lampu-lampumu) – (Yopi Andri, Smong Prahara di Pulau Simeulue 1883, 1907, 2004 dan kisah penulis 2008)

Cerita di atas biasa dituturkan secara lisan oleh para orang tua di Pulau simeulue, NAD, kepada anak-cucunya, tentang kewaspadaan akan datangnya tsunami atau dalam bahasa Simeulue dikenal sebagai Smong. Cerita tersebut, tidak harus persis seperti kalimat di atas, juga tidak ada ketentuan atau panduan dalam keseragaman kata perkatanya. Para orang tua bercerita mengalir begitu saja kepada anak-anak dan cucu mereka, lalu anak-anak mereka menjadi orang tua menceritakan kembali hal yang sama kepada anak-anaknya. Begitulah selanjutnya, kendati generasi selanjutnya tidak pernah tahu dan mengalami sendiri tentang smong ini. Ini adalah sepenggal cerita tentang smong/tsunami dari Pulau Simeulue dari Tabloid Rumoh PMI edisi special 5 tahun tsunami 2009 (PMI NAD)(baca selengkapnya ditabloid tersebut)