Error
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1
  • Error loading component: com_content, 1

Dulu, ketika masih bernama AKA YKPI di akhir 80-an, mungkin masih belum banyak yang mengenal kampus ini. Dengan jumlah mahasiswa yang relatif sedikit dan menempati gedung/bangunan sewa, kampus ini mulai menunjukkan kepada dunia industry bahwa ada semangat baru dalam dunia pendidikan yang ber’basic’ Kimia Analisis. Cita-cita besar akan kemajuan dunia pendidikan terutama di bidang Kimia Analisis yang melahirkan analyst-analyst yang terpakai di dunia industry diemban dengan lahirnya kampus ini.

Seiring perubahan jaman & kemajuan teknologi di dunia industry, maka para analyst dituntut juga akan kemampuan dalam bidang tersebut. Tahuan 90-an, maka AKA YKPI Berubah menjadi STKAB (Sekolah Tinggi Kimia Analisis Bogor). Tanpa ada sosialisasi kepada mahasiswa saat itu, atau mungkin juga tidak banyak yang tahu latar belakang apa yang membuat perubahan nama tersebut. Atau boleh jadi mahasiswa, alumni, atau siapa pun yang pernah terkait dalam nama besar nama kampus ini, tidak perlu mengetahui sejarah perubahan nama tersebut. Dengan nama baru ini, kampus STKAB mulai berkibar dan cukup dikenal hingga  ke beberapa daerah di tanah air. Mahasiswa asal Papua, Makassar, Ambon, bahkan Aceh (Sumatera) juga pernah mengenyam pendidikan di kampus ini. Lulusan/Alumni bisa dikatakan 100% diserap oleh Industri baik di tanah air, maupun beberapa negara di dunia. Dengan nama besar yang hingga kini dikenal oleh semua orang, semua menyebut STKAB.

Ketika perubahan nama (entah Yayasan atau Akademis atau Kopertis) dari STKAB menjadi STMIPA Bogor, maka mulai saat itulah nama besar mulai meredup. Jumlah mahasiswa semakin menurun, fasilitas yang kurang, semakin menambah keterpurukan nama besar itu. Dengan cita-cita yang cukup tinggi, akan membuka fakultas baru hingga  kini tidak kunjung terealisasi. Dengan hanya 1 (satu) Jurusan saja kurang terurus, apalagi membuka fakultas baru. Ketua(Rektor) yang menjabat dari tahun (mungkin) 1990 hingga saat ini 2010 (20 tahun) tidak kunjung membawa perubahan yang berarti, yang bisa dikatakan jalan di tempat. Jadwal kehadiran di kampus yang hanya 1 kali dalam satu minggu semakin menambah tidak terurusnya Perguruan Tinggi yang cukup potensial ini. Keputusan-keputusan Ketua/Rektor tidak ada yang berarti sebelum ada persetujuan dari Yayasan. Pembantu Ketua/Rektor yang juga masih menjabat sebagai PNS Aktif semakin memperparah keadaan struktur dalam akademis.

Harapan yang besar untuk mengembalikan nama besar kampus ini,kami tunggu. Sebagai Alumni, saya berharap kepada Yayasan (YKPI), Akademis, untuk membuat perubahan yang berarti bagi kemajuan kampus, dan kami akan selalu memberi dukungan kepada mahasiswa yang masih aktif, hingga memasuki dunia kerja. Kemajuan STMIPA Bogor, memberi andil (walaupun kecil) dalam Memajukan NEGERI Indonesia.